TransJakarta
Hai hai hai...
Kalo yang tinggal di Jakarta, hampir pasti udah pernah nyoba naik Transjakarta khan yah?
gimana kesan-kesannya?
Mungkin kalo yang sesekali naik TransJakarta Koridor 1 (Blok M) sudah merasa cukup puas yah..
karena jumlah armada yang cukup memadai, dan juga lalu lintas yang memang spesial untuk Trans Jakarta
Udah merasakan TransJakarta Ragunan-Halimun yang melalui Kuningan, atau Kampung Melayu-Rambutan/PGC-Senen yang melalui cawang lom?
Gw pernah tinggal di bilangan Fatmawati dan berkantor di bilangan Rasuna Said.
Sekali uji coba di waktu pertama, kebetulan sekali lancar, entah karena memang top abis, atau karena doanya kebetulan lagi Mak Nyos.. heuheu..
Dua kali.. hmm ok-lah.. sepertinya pilihan yang bagus daripada lewat Fatmawati..
Tiga kali.. Lho.. lho.. kok berebut sama mobil2 lain yah? Sampai macet!
Apalagi memang mobil2 tersebut memang diijinkan untuk masuk.
Udah nunggu armada yang lewat dan mengijinkan kita masuk ke dalam bis bisa sampai 45 menit,
begitu jalan.. hampir selalu M A C E T
Kembali ke tujuan pengadaan Transjakarta sebelumnya, sebenarnya apa siy?
Biar ga macet khan?
Gw sempat lihat bahwa proyek ini Nyaris berhasil, karena banyak kaum elit, dan perlente yang biasanya membawa mobil pribadi,
sudah malas menggunakan mobilnya, dan memilih transjakarta sebagai alternatif yang lebih baik,
Nyaman, dan cepat
Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya waktu.. jumlah peminat pun semakin berkurang..
dan membuat misi dibuatnya Transjakarta menjadi tidak tercapai.
Menurut gw hal itu disebabkan oleh dua faktor utama:
1. Jumlah armada yang tidak memadai
2. Ketidak konsistenan dalam pelaksanaannya (kendaraan pribadi diijinkan masuk)
dan mungkin juga didukung oleh faktor seperti:
- perencanaan yang kurang matang
Dilema kadang, karena mungkin kendaraan pribadi diijinkan masuk karena sudah terlalu macet,
akan tetapi bila kita tidak konsisten.. lama-kelamaan pengguna Mobil pribadi tidak akan ada yang beralih ke Transjakarta, lebih lagi karena jumlah armada yang tidak memadai
Di mana-mana, bila suatu keputusan diambil pasti ada pro dan kontra,
tapi bila kita tidak konsisten, keputusan yang diambil itu pasti akan menjadi sia-sia belaka...



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda